PERBEDAAN ADALAH KENISCAYAAN
PERBEDAAN ADALAH KENISCAYAAN
Seorang petani merasa jengkel karena mentimun dikebunnya beberapa hari belakangan selalu hilang sebagian. Padahal ia selalu menjaganya sampai azan magrib terdengar. Dan ia kembali bangun dan melihat ke kebun saat azan subuh mulai berkumandang. Bahkan hari Minggu saat ia dan keluarganya beribadah ke gereja, kebunnya selalu dijaga oleh sahabatnya yang baik hati. Sahabatnya seorang muslim yang taat dan kebunnya bersebelahan dengan petani tersebut.
Suatu malam sehabis azan magrib si petani menjumpai sahabatnya yang rumahnya berdampingan dengannya. Setelah ngobrol-ngobrol seputar mentimun yang selalu menghilang dari kebun, akhirnya mereka sepakat untuk mendatangi kebun itu di tengah malam. Dengan membawa senter dan lembing mereka mulai mengendap mendatangi kebun. Begitu sampai di pinggir kebun mereka dikejutkan sebuah suara, ngok-ngok-ngok. Belum hilang rasa heran, mereka semakin terkejut saat senter mereka mengenai sesosok hitam besar yang sedang lahap memakan mentimun. Ternyata seekor babi yang besar sedang menikmati makan malamnya. Dengan setengah berteriak si petani melemparkan lembingnya ke arah babi tersebut…craaakkk ! Babi yang terkejut berusaha menghindar, tapi ternyata lebing sudah duluan menancap di salah satu kakinya. Babi tersebut menjerit kesakitan dan segera melarikan diri sehingga lembing terlepas dari kakinya. Petani berusaha mengejar dan temannya mengikuti pelan dari belakang.
Babi terus berlari tanpa arah dan tiba-tiba…byuuurr. Babi tercebur ke sebuah rawa-rawa yang cukup dalam. Petani dan temannya pun pulang meninggalkan si Babi yang sedang berjuang untuk keluar dari rawa dengan kaki yang terluka. Babi bukanlah perenang ulung seperti anjing dan kuda laut. Dengan sisa-sisa tenaganya si babi berusaha mengangkat wajahnya untuk bernafas. Belum lagi normal pernafasannya, ternyata di sekeliling babi sudah hadir beberapa ekor buaya yang cukup besar dan mungkin sedang lapar. Babi gemetar tidak karuan, dalam hatinya lepas dari mulut harimau masuk mulut singa. Akhirnya ia hanya diam pasrah sambil menanti detik-detik sebelum tubuhnya tercabik-cabik. Tiba-tiba ia melihat seekor buaya paling besar mulai mendekat dengan tatapan penuh nafsu, semakin mendekat dan akhirnya si buaya membuka mulutnya dan berbisik ke telinga babi. Katanya: “Tenang bro, kami semua yang tinggal di rawa ini muslim kok “. Akhirnya para buaya menggiring babi sampai dipinggir rawa dan menolakkan tubuhnya sampai keluar dari rawa. Setelah beristirahat sejenak babi pamitan kepada para buaya. Katanya: Terima kasih buaya-buaya sahabatku yang baik hati, ternyata selama ini aku telah salah menilaimu, besok aku akan membawakan ayam bagimu. Selamat tinggal sahabatku sambung babi.
Perbedaan adalah anugerah dari Tuhan. Jika saja si petani dilahirkan di Arab Saudi maka ia akan menjadi seorang muslim (Islam) dan sebaliknya jika tetangganya dilahirkan di India kemungkinan besar dia adalah seorang Hindu, dan jika mereka berdua dilahirkan di Amerika maka kemungkinan besar keduanya adalah Kristen. Pesan Bung Karno: “Jika anda seorang Islam janganlah menjadi orang Arab, jika anda seorang Kristen janganlah menjadi orang Yahudi, jika anda seorang Hindu janganlah menjadi orang India, tetaplah jadi Indonesia yang memiliki budaya gotong royong dan kebersamaan dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika. Mari tetap damai dalam perbedaan. Bahwa bangsa besar yang bernama Indonesia ini ada oleh karena perjuangan para pahlawan dengan latar belakang suku, agama, warna kulit yang berbeda-beda.
Jika lantunan doa orang lain membuat anda merasa terganggu maka
bertobatlah, setidak-tidaknya berobatlah karena anda sedang sakit (mabuk)
dengan agama. Jika dengan beragama anda menjadi sulit untuk menjalin hubungan
dengan orang lain maka sadarilah bahwa cara beragama anda sedang keliru. Jika
beragama membuat anda membenci orang yang tak sejalan dengan anda maka
segeralah sadar bahwa anda telah memilih agama yang salah atau setidak-tidaknya
anda memilih guru yang salah atau paling minimal anda salah dalam menafsir
ajaran agama yang disampaikan oleh guru yang anda ikuti.
Ingat, taman bunga akan indah jika ia puspa warna, sebab jika
tungga warna maka itu bukan taman bunga. Assalammualaikum, Shalom Alaichem,
Om Swastiatsu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu.
Oleh:
Pdt. Nelson Sembiring, S.Pd., M,Th. (Guru SD Negeri 064960 Medan)

Komentar
Posting Komentar