Mendidik Pelajar Yang Anti Korupsi
Mendidik Pelajar Yang Anti Korupsi
Kata corruptie dalam
bahasa Belanda masuk ke dalam perbendaharaan Indonesia menjadi korupsi. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi adalah penyelewengan
atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan
sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Adapun bentuk-bentuk
korupsi antara lain: Menyuap pegawai
negeri, memberi hadiah kepada pegawai negeri karena jabatannya, pegawai negeri
menerima suap, pegawai negeri menerima hadiah yang berhubungan dengan
jabatannya, menyuap hakim, menyuap advokat, hakim dan advokat menerima suap,
dll. Korupsi sangat berdampak dalam kehidupan manusia. Dari sisi ekonomi, dampaknya yaitu lesunya pertumbuhan
ekonomi dan investasi, penurunan produktivitas, rendahnya kualitas barang dan
jasa publik, menurunnya pendapatan negara dari sektor pajak dan meningkatnya
hutang pemerintah.
Korupsi merupakan
masalah yang sangat serius yang harus mendapat perhatian khusus oleh semua
elemen bangsa. Karakter korup itu sudah dimulai seseorang ketika masih kecil.
Ketika seorang anak diminta untuk membeli sesuatu oleh orang tuanya maka ia mau
mengerjakannya hanya jika ada uang kembaliannya dan itu menjadi miliknya. Budaya
ini tentu harus di putus melalui kerja sama antara orang tua dan guru. Di rumah
orang tua harus memiliki perhatian khusus kepada anak-anak tentang praktik
korupsi ini dan di sekolah guru harus selalu menekankan di setiap pembelajaran
bahwa korupsi adalah kejahatan yang luar biasa.
SD Negeri 064960 Medan
Polonia sebagai salah satu sekolah dasar negeri di Kota Medan selalu menekankan
agar siswa siswi memiliki akhlak mulia. Penekanan ini merupakan bagian dari
implementasi penguatan profil pelajar Pancasila. Siswa/i selalu dididik untuk
menghindari segala bentuk manipulasi uang. Ini terbukti bahwa dengan hadirnya
kepala sekolah baru maka penggunaan dana bos selalu dikelola dengan sangat
hati-hati sesuai juknis yang ditetapkan oleh dinas pendidikan. Demikian juga
dengan segala bentuk pengutipan ditiadakan. Sehingga anak-anak benar-benar
menerima pendidikan gratis. Melalui itu maka para guru juga selalu menekankan
kepada peserta didik bahwa SD Negeri 064960 bebas dari segala bentuk pungli.
Melalui pembelajaran yang diterapkan disekolah maka diharapkan akan terbentuk siswa-siswa yang berakhlak mulia dan memiliki integritas sehingga kelak ketika mereka menjadi pemimpin di negeri ini maka mereka tidak terlibat dengan praktek korupsi. Bahkan di setiap hari Jumat semua siswa di bimbing dalam kegiatan IMTAQ sesuai dengan agama masing-masing. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa semakin memahami tentang karakter mulia yang harus mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Melalui pembelajaran yang diterapkan disekolah maka diharapkan akan terbentuk siswa-siswa yang berakhlak mulia dan memiliki integritas sehingga kelak ketika mereka menjadi pemimpin di negeri ini maka mereka tidak terlibat dengan praktek korupsi. Bahkan di setiap hari Jumat semua siswa di bimbing dalam kegiatan IMTAQ sesuai dengan agama masing-masing. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa semakin memahami tentang karakter mulia yang harus mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Oleh: Nelson, S. Pd., M. Th. (Guru SD Negeri 064960).


Komentar
Posting Komentar