Kopi Memang Hitam, Tapi ....

Suatu hari ada seorang siswa mengadu kepada guru BP disekolahnya. Pak, ada sebagian teman mengatai saya: Hei hitam? Terus gurunya berkata: Nanti bapak akan menegur teman-temanmu itu ya nak. Tapi bapak mau bilang sesuatu sama kamu. Benarkah kamu hitam? Ia pak, jawab siswa itu singkat. Jadi begini nak, ketika kulitmu berwarna hitam maka tidak ada yang salah sebab itu pemberian Tuhan. Ketika orang lain hidungnya pesek juga tidak ada yang salah, sebab itu juga pemberian Tuhan. Ketika ada yang berambut keriting juga tidak ada yang salah karena itu juga karunia Tuhan. Ketika ada yang tubuhnya pendek juga tidak ada yang salah karena Tuhan yang berikan demikian. Itu semua diluar kendali kita nak. Tetapi ada yang salah nak?  Ketika aroma tubuhmu menyengat, bajumu kotor dan menganggu kenyamanan teman-temanmu itu salahmu nak. Apa lagi, ketika kamu mengisi hati dengan hal-hal negatif dan dinyatakan dalam perbuatan, sebab hati dan perbuatan itu bisa kamu kendalikan nak. Seperti teman-temanmu itu, kan bisa dia menjaga sikapnya dan tidak mengatai kamu seperti itu. Maka biarlah kulitmu hitam, tapi hati dan perbuatanmu putih seperti salju. Sebab kalau hitam itu selalu dianggap tidak baik, maka tidak akan pernah ada kopi diantara kita. Dan satu lagi jika sendok (tukang kacau) tidak pernah hadir di sebuah gelas yang sudah berisi kopi, gula, air dan mungkin juga susu maka rasa kopi takkan pernah jadi enak. Sebab sendoklah yang mengacau sehingga semua rasa bercampur menjadi satu. Jadi jangan pernah menyerah jika ada yang berusaha membuat hidup kita kacau, sebab itu membuat kita jadi terbiasa mengelola masalah. Ingat prinsip pegadaian: "Mengatasi masalah tanpa masalah". Silahkan minum kopinya nak, nanti keburu dingin. Mulai hari ini jadilah kopi diantara teman-temanmu. Memberi aroma dan kehangatan bagi mereka. 

Jika kita terus memandang masalah maka TUHAN menjadi kecil tetapi di dalam hidup kita, tetapi jika kita selalu memandang TUHAN maka masalah akan menjadi kecil.


Oleh: Nelson Sembiring, S. Pd., M. Th.
Guru SD Negeri 064960 Medan Polonia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galilea Atau Laut Mati ?