Mari Bersabar

Kesabaran adalah sesuatu yang langka sehingga sangat berharga

Oleh: Pdt. Nelson Sembiring, S. Pd., M. Th.



Sepenggal kisah dari Kerajaan Majapahit:

https://www.youtube.com/watch?v=ng7bD67kH9I

Oleh karena adu domba yang dilakukan Dyah Halayuda kepada Ranggalawe dan Nambi maka ini terjadi. Memang Ranggalawe memiliki peran yang sangat besar dibanding dengan Nambi untuk membangun negeri Majapahit. Tetapi sesungguhnya Ranggalawe tidak mempermasalahkan lagi tentang jabatan Mahapatih yang diberikan Raden Wijaya (Raja pertama Majapahit) kepada Nambi. Tetapi mulut manis Dyah Halayuda akhirnya membuat darah Ranggalawe mendidih. Saat sedang rapat di paseban agung Keraton Majapahit, Ranggalawe datang dengan dada yang panas, sambil berkacak pinggang di depan raja ia berkata: Nambi, lidahmu beracun, mulutmu memabukkan bagi siapapun yang mendengarnya, saya tantang kamu Nambi. Ayo kulit siapa yang lebih keras (sambil meninggalkan ruang pertemuan). Ayo Nambi keluar, gunakan tanganmu untuk bertempur, jangan hanya gunakan lidahmu untuk menjilat. Nambi ingin keluar, tapi Kebo Anabrang izin kepada raja agar ia yang keluar menghadapi Ranggalawe, tapi akhirnya Lembu Sora mohon izin kepada raja agar diberi kesempatan menenangkan Ranggalawe (Lembu Sora adalah paman Ranggalawe).

Lembu Sora keluar menemui Ranggalawe dan berkata: Lawe, kelakuanmu seperti anak bayi yang belum kenal pergaulan, kamu telah mempermalukan seluruh kerabatmu. Kamu tahu kenapa Dewata meletakkan otak diatas mulut manusia, supaya orang berpikir dulu akibatnya sebelum melakukan sesuatu. Kamu harus minta maaf kepada Gusti Prabu dan Patih Nambi.

Akhirnya Ranggalawe pulang kembali ke Tuban untuk menenangkan diri. Tetapi Dyah Halayuda terus melancarkan aksi adu dombanya sampai akhirnya terjadi perang antara Majapahit dan Tuban dan Ranggalawe gugur.

Penggalan cerita ini memberi pesan moral bahwa:

1.      Adu domba adalah sikap yang sangat berbahaya bagi terciptanya kedamaian.

2.      Jangan mudah percaya kepada apa yang dikatakan orang lain.

3.      Kita harus banyak bersabar (seribu kali berpikir sebelum bertindak satu kali)

Jika saja Ranggalawe sabar dan mendengarkan nasihat Lembu Sora, maka ia yang adalah pahlawan  Majapahit tidak akan dicap sebagai pemberontak. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Biarlah kita belajar menjadi pribadi yang sabar.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galilea Atau Laut Mati ?