Tunggulah Hakim Yang Adil !
Saat berlangsung pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), terjadi perdebatan antara dua siswa Henokh Atmojo (Jawa Kristen) dan Alvin Sambur (Manado Islam). Perdebatan ini bermula dari tugas yang saya berikan kepada mereka. Siswa saya beri tugas menuliskan nama-nama Negara beserta ibu kota dan mata uangnya. Henokh memilih Israel dengan ibu kota Yerusalem (sejak 2017) dan ketika tiba giliran Alvin ia memilih Palestina yang juga beribukota Yerusalem (Sengketa). Jadi Alvin bilang, Henokh kamulah yang pindah, terus Henok menjawab: Gak mau aku, kamulah yang pindah. Saya senyum-senyum melihat mereka berdua berdebat. Terus Alvin yang lebih agresif yang bergaya belajar kinestetik ini bertanya: Jadi bagaimana ini pak, mana yang benar ini ? Sementara Henokh yang bergaya belajar Auditori ini diam sambil menunggu.
Saya pun terdiam sejenak sembari berpikir, apalah jawaban yang paling sederhana yang bisa diterima kedua siswa ini bahkan semua siswa yang ada di dalam kelas. Sebab ini masalah yang sangat kompleks, jika dijelaskan fakta historis geografis tentu mereka belum mampu memahami, apalagi jika dikaitkan dengan hal-hal teologis yang tentu tidak ada titik temunya. Akhirnya dalam perenungan singkat Tuhan memberi saya hikmat. Saya mengatakan demikian: Henokh apakah kamu yakin di akhir zaman akan ada Tokoh yang datang kembali dari sorga? Yakin pak, Tuhan Yesus katanya. Alvin apakah kamu yakin di akhir zaman nanti ada tokoh yang datang sebagai Hakim? Yakin pak, Nabi Isa As katanya.
Ok, jadi saya pun tak bisa memutuskan apakah Israel atau
Palestina pemilik Yerusalem, biarlah Hakim Yang Adil yang akan datang itu nanti
yang menetapkan siapa pemiliknya, sebab dulu Dia melakukan tugas dan terangkat
ke surga di sekitar Yerusalem dan akan datang kembali juga di sekitar
Yerusalem. Kalau memang kalian semua ingin cepat tahu siapa pemilik Yerusalem,
berdoalah sesuai dengan agama masing-masing agar Sang Hakim Adil itu segera
datang. Sebagian besar siswa serempak menjawab: Janganlah dulu pak. Mengapa
saya bilang? Kami belum menikah pak, masih banyak dosa kami pak siswa menjawab.
Ya udah klu begitu peganglah teguh keyakinanmu sampai DIA datang kembali dan
berdoalah agar saudara-saudara kita di Israel dan Palestina berdamai. Amin jawab
mereka serempak.
Komentar
Posting Komentar