Janganlah Perbuatan Baikmu Mendatangkan Luka
Apakah alasan kita berbuat baik kepada orang lain? Apakah yang mendasari perbuatan baik kita itu? Suatu hari seorang ibu berkata kepada temannya: “Kelewat kali memang si Era itu ya, setiap ada acaranya aku hadir, bahkan selalu memberi kado/amplop bahkan saat ia sakit juga kujenguk. Tapi ketika aku buat acara, jangankan kado/amplop, hadir pun dia tidak".
Betapa ruginya ibu ini, telah berkorban tenaga, waktu dan materi bagi orang lain dan akhirnya menyakiti dirinya sendiri.
Jika alasan kita berbuat baik agar suatu ketika dia membalas dengan perbuatan baik, jika perbuatan baik kita di dasari oleh harapan suatu hari nanti dia akan bayar dengan perbuatan baik, maka kita akan kecewa suatu hari nanti. Dan sesungguhnya kita bukan orang baik, tetapi sedang berpura-pura baik saja, paling banter kita sedang berusaha jadi orang baik.
Oleh karena itu, dasar kita berbuat baik harus jelas, karena berbuat baik adalah ibadah bagiku. Maka, apapun yang kita perbuat, itu bukan semata untuk manusia, tetapi untuk DIA yang Mahabaik. Jika kita berbuat baik oleh karena ibadah, maka Tuhanlah yang akan membalasnya kepada kita dengan caraNya yang tidak kita duga. Jangan pernah jemu berbuat baik, walau kadang perbuatan itu tidak dibalas bahkan diabaikan orang lain, sebab ada yang sedang menghitung perbuatan baik kita dan akan mengembalikannya pada waktu dan dengan caraNya yang akan membuat kita terkagum-kagum.
Teruslah menabur kebaikan selama masih ada waktu. Tidak selalu dengan materi kita berbuat baik, kita punya tenaga, pikiran, waktu, ide untuk dibagikan kepada orang lain. Mau mendengar orang yang sedang berkeluh kesahpun adalah perbuatan yang baik. Terlalu singkat hidup ini jika diisi dengan hal-hal yang tak bermanfaat, sebaik-baiknya hidup adalah berguna bagi orang lain.
Komentar
Posting Komentar